sweeping-warga.jpg

500 masyarakat Sweeping Pakai Senjata Tajam, Mencekam!

CnCni.net, JAMBI – Sekitar 500 masyarakat Desa Renah Alai, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Kabupaten Merangin, Jambi, menjalankan sweeping ke wilayah perbatasan Desa Renah Alai dgn Desa Sungai Lalang, Kecamatan Lembah Masurai.

Saat menjalankan sweeping, mereka membawa senjata tajam, sehingga suasana di daerah itu sangat mencekam. Sweeping dilakukan Senin (7/11) sekitar pukul 08.00.

masyarakat murka dampak adanya pendatang yg menjalankan merambahan hutan di wilayah Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yg juga masuk dalam kawasan hutan adat Marga Serampas.


Beruntung tak ada bentrok yg terjadi. Belasan personel polisi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut mengawal jalannya aksi masyarakat ini.

pada harian ini, perangkat Desa Renah Alai, H Afaat, mengucapkan, Sweeping dilakukan hingga pukul 12.00 WIB. Hasilnya, 6 orang perambah diamankan dan diserahkan ke petugas. berikutnya ada 4 pondok perambah ini juga dihancurkan serta 3 unit mesin sinso disita.

“Kami mengusir perambahan TNKS di areal Desa Renah Alai Kecamatan Jangkat di perbatasan desa dgn Sungai Lalang. Lokasinya itu di rumah hitam. tak dibenarkan merambah hutan,” Ujar H Afaat seperti dikutip Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (8/11).

Menurut pengakuan pelaku yg merupakan eksodus dari Sumatera Selatan tsb, mereka cuma pekerja harian yg diupah buat merambah hutan. Dalam 1 hektare lahan yg ditebang mereka diberi uang Rp1,5 juta oleh Edi alias Edi Pendek masyarakat Sungai Lalang yg berasal dari Tapan, Sumatra Barat.

“Hasil kesepakatan, Massa meminta dalang-dalang bos yg menyuruh merambah TNKS ini buat diproses hukum. Gara-gara dalang yg dikhawatirkan menjual belikan TNKS inilah sering membuat masrakat kami gelisah dan sering hampir bentrok antar masyarakat dan antar desa,” tegasnya.

Sementara itu, Hayani, yg juga perangkat Desa Renah Alai menyebutkan, aksi penebangan hutan yg dilakukan 6 pria tsb berlangsung sejak Sabtu berikutnya. tak terima dgn itu, pihak desa langsung musyawarah dan sepakat buat menjalankan penyisiran.

“Semuanya bawa parang. Kita harus menjaga hutan ini. Apalagi sudah masuk ke wilayah Desa Renah Alai,” ujarnya.

Terpisah Kapolres, Merangin AKBP Munggaran Kartayuga yg dikonfirmasi membenarkan kejadian pengepungan yg dilakukan masyarakat.

“Anggota kita sudah diturunkan buat meredam aksi tsb,” mengungkap Kapolres.

Dikatakannya, kejadian tsb dipicu dampak masyarakat tak tahan melihat hutan dirambah masyarakat pendatang.

“Kades ini berapa kali mengirim surat pada masyarakat pendatang buat tak merambah hutan TNKS lagi. tapi masih juga terjadi maka tadi puncak kemarahan mereka, tapi sudah dapat diredam sesudah aparat sudah turun ke lokasi,” tandasnya.

(amn/nas/Jjpg/pojoksatu)



Incoming search terms:

  • 500 warga sweeping pakai senjata tajam
  • kejadian tnks RENAH alai
500 masyarakat Sweeping Pakai Senjata Tajam, Mencekam! | sentot | 4.5