dedi-mulyadi-6.jpg

Dedi Mulyadi Pikul Nasi Bungkus buat Korban Banjir, Usulkan Percepatan Pembangunan Bendungan Cibeet

CnCni.net, PURWAKARTA – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambangi korban banjir di Desa Rawa Gempol Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Karawang, Selasa (15/11).

Dedi hadir ke lokasi banjir tsb usai memberikan paparan dalam Seminar Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yg diselenggarakan oleh Universitas Singaperbangsa Karawang.

Pria yg selalu mengenakan ikat kepala khas Sunda tsb membawa serta 3.000 paket nasi bungkus buat dibagikan pada seluruh korban banjir.


Dedi tampak memikul nasi bungkus sambil berjalan di genangan air buat menemui para korban banjir. Dedi pun makan bersama korban banjir.

“Sok bagikeun ayeuna. Mangga bapak ibu tuang heula ayeuna mah, (silakan bagikan sekarang. Bapak ibu silakan makan dahulu),” ujar Dedi di lokasi.

Dedi yg hadir didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang yg juga Ketua DPD Partai Golkar Karawang Sri Rahayu ini terlihat turun langsung mengamati kondisi sekitar.

Dedi pun sempat memperhatikan aliran Sungai Citarum yg hampir meluap dampak debit air yg hampir tak tertampung oleh aliran sungai terpanjang di Jawa Barat tsb.

“Nih, ada danau yg dipenuhi eceng gondok, ini seharusnya dikeruk lagi. aku perkirakan ini luasnya kira-kira lima hektar, harusnya dapat menampung air daripada pada dibiarkan begini,” cetus Dedi

Solusi jangka panjang menurut pria yg masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta ini yaitu pembangunan Bendungan Cibeet di Kabupaten Bogor yg membendung aliran Sungai Cibeet yg bermuara di Sungai Citarum. Jika bendungan tsb dibuat, menurut ia akan memperkecil debit air yg masuk ke aliran Sungai Citarum.

“Problem banjir ini kan luapan aliran anak Sungai Citarum, yakni Sungai Cibeet, itu harus segera dibendung buat memperkecil debit air yg masuk ke Citarum,” ucap Dedi menambahkan.

Bencana banjir di Rawa Gempol sendiri telah merendam rumah milik 700 Kepala Keluarga di daerah tsb dgn ketinggian air hingga pinggang orang dewasa hingga dua meter. Banjir yg merendam 5 Rukun Tetangga ini mengakibatkan masyarakat terpaksa mengunggi ke tempat yg lebih tinggi.

Apep (28) salah seorang pemuda yg tinggal di RT 10 mengucapkan banjir kali ini merupakan yg terparah. Mulai hari Jum’at (11/11) berikutnya, rumah masyarakat sekitar mulai terendam dan otomatis melumpuhkan aktifitas masyarakat setempat.

Menurut ia, biasanya banjir cuma berlangsung selama sehari berikutnya diikuti oleh penurunan debit air sehingga aktifitas masyarakat kembali pulih dalam 24 jam berikutnya.

“Kali ini paling parah, biasanya sehari semalam juga sudah surut lagi, ini sudah berhari-hari Pak,” pungkas Apep prihatin.

(*/one/pojoksatu)



Dedi Mulyadi Pikul Nasi Bungkus buat Korban Banjir, Usulkan Percepatan Pembangunan Bendungan Cibeet | sentot | 4.5