ridwan-saidi.jpg

Jangankan Shalat di Jalanan, di Genteng aja Boleh, Kan Itu Darurat

CnCni.net, JAKARTA – Budayawan Betawi Ridwan Saidi menilai larangan shalat Jumat di jalanan saat aksi 212 pada 2 Desember mendatang sangatlah tak beralasan.

Bagi Ridwan Saidi, shalat Jumat di jalanan boleh-boleh aja sebab kondisinya darurat. Jangankan di jalanan, di genteng aja boleh.

“Boleh lah (di jalanan). Di genteng, di pinggir kali, atau dimana aja ya boleh,” tegas Ridwan di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, Jumat (25/11).


Ia menyebut, shalat Jumat tsb dilakukan pada saat di tengah-tengah aksi. Maka yaitu hal yg wajar saat massa aksi menggelar shalat Jumat di jalanan.

“Apa yg kagak boleh sih, kan itu darurat. Kan dibilang jihad, ya dapat. andai kebakaran aja shalat di genteng. menjadi nggak dapat dilarang-larang,” imbuh mantan ketua umum PB HMI ini.

Pihak Polri menilai, shalat Jumat oleh massa aksi di sepanjangan jalan Thamrin-Sudirman Jakarta akan menganggu berikutnya lintas. Menjawab hal itu, Babe Saidi, demikian ia terbiasa disapa, menilai, selama ini shalat Jumat di kawasan Jakarta sudah terbiasa membludak hingga menutup jalanan.

“Di desa andai luber juga pada sembayangan di pinggir jalan. Kan di sana juga ada orang pawai. Bukan cuma shalat aja. yg udah-udah juga orang pada pawai,” ucap ia.

Ia menegaskan akan mendukung penuh rencana Aksi 2 Desember mendatang, buat menuntut supaya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) supaya segera di tahan.

“Maunya kan ditahan. Unjuk rasa perlu, vitamin biar semangat. Pro kontra biarin aja. aku dukung titik,” pungkas mantan anggota DPR yg sudah berumur 74 tahun ini.

(rus/rmol/pojoksatu)



Jangankan Shalat di Jalanan, di Genteng aja Boleh, Kan Itu Darurat | sentot | 4.5