kakek-tidur-di-jamban.jpg

Kakek 102 Tahun Tidur di Jamban sesudah Gubuknya Digusur

CnCni.net – Kakek berumur 102 tahun bernama Suherman terpaksa tidur di jamban sesudah gubuk yg ditempatinya digusur. Kakek asal Cianjur Jawa Barat itu pun harus berjualan berondong jagung atau popcorn supaya dapat menyambung hidup.

Kakek yg hidup sebatang kara itu ternyata seorang tunawisma. Kakek Sahmad pun cuma berlindung di bawah atap jamban di desa Nyalindung, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Belum ada yg mengetahui persis sejak kapan Sahmad tinggal sebatang kara. masyarakat cuma tahu bahwa Sahmad hidup berpindah-berpindah, hingga akhirnya ia tinggal dalam sebuah jamban.

Sahmad sempat tinggal di sebuah gubuk komplek kuburan tak jauh dari jamban. tapi, sesudah gubuknya digusur, sejak itu pula Sahmad hidup luntang-lantung mencari tempat berlindung di balik hujan dan terik matahari.

”Beliau itu katanya hidup sebatang kara. Saat ditanya masyarakat sekitar, tak ada yg mengaku keluarga. tak ada yg tahu pula apakah si abah masyarakat setempat atau pendatang. yg jelas kondisinya sangat prihatin dan butuh bantuan,” terang pegiat sosial dari Paguyuban Paduli Cianjur (PPC), Astabrata pada Radar Cianjur (grup CnCni.net).

Mengetahui hal tsb, masih ucap Astabrata, para pegiat Kuliner Kasih dan PPC berikutnya mendatangi Sahmad dan mendorong pemerintah setempat buat ikut membantu Abah Sahmad.

Informasi terakhir, Sahmad akhirnya diberikan sebuah tempat tinggal oleh aparat setempat mulai dari RT, RW dan Desa.

Menurut Astabrata, sejatinya orang tua seperti Abah Sahmad sudah harus menikmati sisa-sisa hidupnya dgn santai dan bahagia, bukan justru bekerja keras buat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

”Atau setidaknya difasilitasi di panti jompo supaya ada yg merawat. tak seperti sekarang, hidup sebatang kara tak ada satupun anggota keluarga yg mengurus. Pemerintah jangan tutup mata,” pungkas Astabrata.

(radar cianjur/lan/pojoksatu.id)

Kakek 102 Tahun Tidur di Jamban sesudah Gubuknya Digusur | sentot | 4.5