1478955021_Ahok-Basuki-Tjahaja-Purnama.jpg

OPINI: Identitas Sekuler Ahok dan Indonesia

Kelompok Moderat Perlu Bicara sesudah Protes Dugaan Penistaan agama oleh Ahok

MENGINGAT gempa politik yg baru aja mengguncang Amerika Serikat, ini yaitu saat yg tepat buat memberi pandangan terhadap salah satu negara tetangga kita, yakni Indonesia yg baru aja melewati masa keributan usai menyaksikan sejumlah pemberontakan yg ‘diberi makan’, seperti halnya Donald Trump yg menghitung dgn mudah buat melawan teroris Muslim.

Lebih dari 100 ribu demonstran menggunakan pakaian putih dan mengibarkan bendera hitam, ada yg mengucapkan jumlahnya lebih dari itu, turun ke jalan-jalan Jakarta pekan berikutnya buat meminta penangkapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebab diduga menistaakn Al-Quran.


Kesalahan Ahok yg dgn entengnya mengutip ayat buat menunjukkan bahwa tak ada pelarangan dalam Al-Quran terhadap Muslim dalam meimilih pemimpin dari kalangan non-Muslim.

Ahok yaitu tokoh dari kalangan minoritas yg dua kali memimpin di negara ini dgn jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. ia bukan cuma beretnis Cina tapi juga orang Kristen pertama yg dalam lima dekade terakhir menjadi pemimpin. Sebagai wakil dari Jokowi saat menjabat sebagi gubernur DKI, ia juga teman dekat presiden yg dalam dua kali seminggu saling berkomunikasi, biasanya melalui telepon.

Selain dikenal efisien, Ahok juga dikenal kasar dalam ucap-ucap dan perbuatannya, menggusur penduduk di kawasan kumuh dan merelokasi para nelayan buat membangun proyek, dalam perjanjian dgn beberapa pengusaha Cina di Indonesia. Ini tampak dalam tiga kali penggusuran yg dilakukan dengan cara berturut-turut dan cukup memicu kontroversi.

Jika semua ini belum cukup sebagai alat buat menghasut, Ahok yg sangat populer meskipun terkendala sebab latar belakangnya, cukup rumit buat memastikan ia akan kembali terpilih pada Februri nanti. Ia akan berhadapan dgn kedua lawan politiknya yg didukung kelompok kepentingan, yakni mantan Menteri Pendidikan Nasional Anies Baswedan dan Agus Harimurti, putra mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ada kecurigaan, Presiden Jokwi tak menyetujui bahwa ada kelompok yg ingin mengusir Ahok dari posisi penting dgn membayar 1 miliar dollar atau memobilisasi massa ke Jakarta dan menjaga mereka di sana selama seharian.

Mengingat kedekatannya dgn presiden dan permainan tradisional wayang lulit, hentakan Ahok kelihatannya seperti cara lain memecah jalan kekuatan besar sebelum pemilihan presiden 2019. Lagipula, ini dapat dilihat dari kondisi Jokowi yg cuma selama dua tahun menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, berikutnya terpilih menjadi presiden

dgn para pengunjuk rasa mengancam akan kembali buat putaran baru pada 25 November mendatang, hal ini bermanfaat buat mengambil persiapan di sisi mana Indonesia dipimpin.

buat sebagian besar orang Indonesia, dari beragam lapisan dan ciri pluralistik sosial budayanya, merupakan kekayaan yg sangat berharga. Coba kunjungi istana Sultan di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan anda dapat melihat beragam pengaruh dalam arsitektur, termasuk simbol naga yg akrab dgn kebudayaan Cina. Toleransi berjalan dengan cara mendalam di dalam jiwa masyarakatnya dan diabadikan dalam Pancasila sebagai lambang negara. pada dunia, Indonesia menunjukkan menara yg kuat buat mencerminkan wajah Islam dgn iman yg penuh kedamaian.

tapi seperti kelompok Islam moderat dimana-mana, termasuk di negara dgn penduduk Muslim terbesar seperti Pakistan dan Bangladesh, keimanan berada di bawah tekanan dari kelompok garis keras yg berada di sekitarnya (dipinggir). Kelompok Islam Wahabi dengan cara khusus disebarkan oleh Arab Saudi dgn uang dari hasil minyaknya, telah memberi dampak pada Indonesia dalam beberapa dekade belakangn ini, telah mencerminkan pertumbuhan sekolah-sekolah agama dan bertumbuhnya intoleransi terhadap minuman beralkohol.

Protes minggu berikutnya menunjukkan dgn jelas membuat presiden terkesima dan membuat ia menunda kunjungan ke Australia. Aksi yg diorganisir oleh Front Pembela Islam (FPI), dgn cara main hakim sendiri bersama beberapa kelompok gerakan Islam.

Meskipun tak seperti gaya Wahabi, sejarah menunjukkan bahwa FPI dalam mengeksploitasi ekonomi dan ketegangan politik di bawah tanah, sering memngaitkannya dgn isu agama. Ini juga ditunjukkan dgn cara menyerang Muslim Syiah pada kesempatan lain. Mereka juga sudah menentang Presiden Megawati Sukarnoputri dgn mengucapkan Islam melarang pemimpin perempuan.

Karenanya, Jokowi saat ini berdiri di persimpangan. Memainkan ‘bola lunak’ dgn kelompok militan mungkin menjadi langkah politik yg tepat, tapi akan jauh lebih bagus jika ia keluar dari prinsip bahwa bentuk yg paling mendasar yaitu Indonesia yg moderen.

Ahok seringkali keras dgn FPI di masa berikutnya, hingga menuntut kelompok itu dibubarkan. Kelompok moderat Islam seperti Muhammadiyah dan NU cenderung diam dan ragu mendatangi Ahok buat membela, memberikan peluang yg membantunya memperoleh simpati.

“Tiga kelompok yg bermain di sini,” ucap Fitriyan Zamzami, editor koran Republika pada aku baru-baru ini. “pertama pasti yaitu kebangkitan Islam konnservatif. Kedua, menghilangkan kebencian orang-orang dalam melawan Ahok. tapi itu juga tak dapat di tolak bahwa kelompok menengah merasa bahwa kelompok moderat seperti Muhammadiyah dan NU gagal buat menyuarakan keluhan mereka. Ini membuka peluang idiologi yg berada ‘di pinggir’, maju ke depan.”

Fitriyan yg bergerak di antara orang banyak pada 4 November kemarin mengucapkan, sementara ini memang sepertinya ada kelompok politik yg memicu kerusuhan, kebencian yg sebenarnya disuarakan oleh orang banyak juga sangat terasa. Menolak sentimen seperti menabur benih kerusuhan berikutnya disusul pembalasan.

Kelompok moderat harus bangkit



Incoming search terms:

  • ahok dan indonesia sekuler
  • demo islam terbesar d dunia
  • demo islam terbesar di dunia
OPINI: Identitas Sekuler Ahok dan Indonesia | sentot | 4.5