IMG-20161129-WA0000.jpg

Tinggalkan Budaya Priyayi, Korpri Go Digital

kemenpar-borobudur

CnCni.net, JAKARTA – Ada risiko berat yg harus dihadapi Korpri, disaat memutuskan buat membangun profesionalisme anggotanya. Yakni mengubah budaya priyayi, mental penguasa, dan terkotak-kotak oleh birokrasi, menjadi berwawasan digital yg semakin pasti, semakin tegas dan semakin cepat. Pesan itu kuat diungkapkan Presiden Joko Widodo pada pengurus Korpri.

sebab itu, Presiden Jokowi menyerukan supaya Korpri berubah! Menuju ke arah profesional sebagai pelayan masyarakat.


“Tingkatkan kedisiplinan, tanggung jawab dan orientasi kerja. Luruskan mindset masa berikutnya berupa ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptif serta terpaku pada hal-hal formalistik semata. Utamakan pada hal yg lebih substantif dan konkret bergerak,” ucap Presiden Jokowi mengingatkan.

Hari ini, puluhan ribu anggota Korpri bakal berbondong-bondong memadati Silang Monas Sayap Selatan, mulai pukul 07.00 WIB. Mereka hadir dgn spirit berbangsa, bernegara, bertanah air, ber-Pancasila, ber-Bhinneka Tunggal Ika, dan ber-Nusantara. Tema itu ditonjolkan, sebab organisasi yg beranggotakan ASN ini memang berkewajiban buat menjadi aparatur negara pelayan masyarakat dan contoh yg ideal.

“Konsep Nusantara itu artinya, kompak, solid, tak ada perbedaan dalam tubuh Korpri. Acara hari ini tak cuma milik Korpri, tapi juga TNI, dan Polri. Kami ingin tampilkan budaya daerah dari 34 provinsi, termasuk aneka pakaian daerah,” pesan Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi juga meminta supaya anggota Korpri memperkuat jiwa korsa, meningkatkan profesionalisme birokrasi dalam tata kelola pemerintahan yg bagus (good governance).

“Berikan pelayanan publik yg makin murah, cepat, akurat dan lebih bagus lagi. Lanjutkan kerja keras, kerja cerdas, ikhlas dan tuntas dalam pengabdian terbaik saudara terhadap bangsa dan negara,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden pun mengajak jajaran ‘Korps Batik Biru’ menjadi bagian dari solusi, bukan sebaliknya menjadi bagian permasalahan bangsa.

“Lanjutkan revitalisasi, reaktualisasi dan inovasi dalam proses reformasi birokrasi. Hilangkan kendala yg dapat mengurangi produktivitas dan menghambat akselerasi laju pembangunan nasional,” ucap Presiden berpesan.

Seperti diketahui, organisasi Korpri mempunyai struktur kepengurusan di tingkat pusat maupun di tingkat kementerian, lembaga dan daerah. Seperti lazimnya organisasi besar, Korpri pun ingin selalu menjalankan transformasi supaya tetep survive, bahkan mencapai puncak perkembangannya.

Korpri yg didirikan pada 29 November 1971 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971, menjadi wadah menghimpun seluruh Pegawai Republik Indonesia. Sejak era reformasi, Korpri berubah menjadi organisasi yg netral, tak berpihak terhadap partai politik tertentu.

(*/lya/pojoksatu)



Tinggalkan Budaya Priyayi, Korpri Go Digital | sentot | 4.5